Sudah 22 tahun Indonesia tak bisa berjaya di Kejuaraan Dunia Junior
angkat besi. Penantian itu pun terbayarkan berkat prestasi yang
ditorehkan Sri Wahyuni di Kazan.
Dua lifter Indonesia berhasil
menorehkan prestasi gemilang di International Weightlifting Championship
(IWF) Junior World Championship di Kota Kazan, Rusia, yang digelar
selama 21-28 Juni. Sri Wahyuni (kelas 48 kg) memperoleh dua emas dan
satu perak, sementara Syarah (kelas 53 kg) meraih tiga perunggu.
Keberhasilan
meraih medali emas mengakhiri penantian PB PABBSI setelah sekian lama
ikut serta di Kejuaraan Dunia Junior putri. Manajer tim pelatnas angkat
besi Dirdja Wihardja pun memuji kinerja tim atas prestasi ini.
"Yang
jelas prestasi Sri Wahyuni ini merupakan penantian sejak 22 tahun lalu.
Kalau meraih medali perak kan sudah sering, yang juara satu baru ini
lagi di bagian putrinya," kata Dirdja, menanggapi prestasi atlet
juniornya di Kazan.
"Ini semua berkat kerja sama tim. Ya pelatih, atlet, dan tim pendamping pelatih fisik Greg Wilson," sambungnya.
Prestasi
ini pun mendongkrak kepercayaan diri PB PABBSI menatap Asian Games di
Korea Selatan, September mendatang. Namun demikian, pemerintah
diharapkan bisa memberi dukungan penuh terkait nutrisi para atlet.
"Sedikit
banyak sudah kelihatan sedikit siapa-siapa yang akan dapat medali.
Seperti Yuni saya rasa, kalau dia progresnya naik terus. Apalagi jam
terbangnya juga sudah matang pasti bisa lebih baik di Asian Games,"
lanjut Dirdja.
"Ya, mohon dukungan dari pemerintah saja soal
suplemen atlet. Mungkin latihan saja sih bisa, masalah melengkapi
nutrisinya ini. Kalau nutrisinya bagus bukan mustahil tim angkat besi
pasti bisa."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar